Pesona Kesejukan Alami Air Terjun Kedung Pedut Kulonprogo

Jika Anda mendengar tentang wisata Kabupaten Kulonprogo, pasti yang kana terbayang langsung dibenak anda ialah Pantai Glagah, Waduk Sermo, hingga Puncak Suroloyo. Namun tahukah Anda tentang salah satu wisata air terjun di Jogja yang sangat terkenal baru – baru ini ? Air terjun tersebut ialah Air Terjun Kedung Pedut yang baru dibuka 2 tahun silam yaitu sekitar bulan November 2015.

Keseruan Ciblon Di Kedung Pedut

Jika Anda berlibur ke Kulonprogo, ada baiknya Anda juga mengunjungi obyek wisata keren ini. Air Terjun Kedung Pedut ini sendiri berada di Desa Jatimulyo yang terletak di Kecamatan Girimulyo. Nama Kedung pedut sendiri berasal dari gabungan kedut yang berarti kolam dan pedut yang merupakan nama kolam terbesar di situ. Sebenarnya di wisata Air Terjun Kedung Pedut ini terdapat beberarapa kolam namun kolam yang langsung dialiri oleh air terjun setinggi 15 meter ini membentuk kolam pesut yang besar.

Saat Anda sampai ke sini, Anda akan disuguhi pemandangan yang sangat apik. Kombinasi warna hijau tosca yang bening serta rimbunnya pepohonan di samping aliran air juga semakin menambah indahnya tempat ini. Anda pun juga bisa berjalan – jalan di atas air yaitu dengan melewati jembatan bambu berwarna – warni yang telah disiapkan.

Dari jembatan tersebut, Anda juga bisa melakukan lompatan ke kolam untuk berenang. Airnya yang biru jernih serta dingin mampu membuat Anda untuk berlama – lama di Air Terjun Kedung Pedut. Untuk spot fotonya sendiri juga sangat banyak. Bila Anda sudah lelah bermain air, Anda bisa beristirahat di gazebo atau warung makan milik penduduk sekitar.

Rute Dan Harga Tiket Menuju Air Terjun Kedung Pedut

Untuk menuju Air Terjun Kedung Pedut, jarak yang harus ditempuh tidak terlalu jauh. Jika Anda berada di Kota Jogja, ada baiknya jika Anda melewati Jalan Godean yang hanya memakan waktu sekitar 45 menit saja dengan jarak tempuk yaitu 24 km. Untuk biaya administrasi di obyek wisata ini juga termasuk murah. Anda hanya akan dikenai biaya masuk sebesar 3000 perorang dan biaya parkir sebesar 2000 untk kendaraan roda dua dan 3000 rupiah untuk roda tiga.

Air Terjun Grojogan Sewu, Napak Tilas Kisah Mahabarata Di Tanah Jawa

Saat ini, potensi pariwisata di Kota Yogyakarta semakin meningkat. Data Dinas Pariwisata DIY mencatat jika lonjakan wisatawan ke Yogyakarta semakin bertambah dari waktu ke waktu. Hal ini juga tidak terlepas dari banyaknya obyek wisata baru yang bermunculan, termasuk wisata air terjun di Jogja. Salah satunya ialah Air Terjun Grojokan Sewu di Kulonprogo.

Perjalanan Menuju Lokasi Air Terjun Grojokan Sewu

Air Terjun Grojokan Sewu ini terdapat di Kabupaten Kulonprogo, tepatnya di Desa Jatimulyo, Girimulyo. Akses menuju tempat wisata ini cukup baik, namun di karenakan Kulonprogo memiliki kontur wilayah yang bergunung- gunung ada baiknya Anda menggunakan sepeda motor saja jika hendak ke sini. Jalan yang menanjak, menurun, berliku – liku juga menjadi resiko yang besar jika Anda membawa mobil.

Jika hendak ke sini, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar satu  setengah jam saja dari pusat Kota Jogja. Namun disarankan lebih baik Anda melewati Ringroad lalu menuju Jalan Godean. Biaya untuk memasuki Air Terjun Grojokan Sewu pun cukup murah. Anda hanya perlu mengeluarkan 3000 saja dari dompet, itu sudah mencakup biaya masuk dan parkir.

Kisah Mahabarata Di Grojokan Sewu

Air terjun ini cukup unik. Air terjun ini memiliki satu buah air terjun utama yang cukup tinggi dan aliran airnya yang deras. Namun di bawahnya juga terdapat beberapa air terjun kecil yang sangat cantik. Di sini Anda bisa berfoto ria dan melepas penat dengan duduk di gazebo yang telah disediakan pengelola.

Nama Grojokan Sewu sendiri juga tidak lepas dari kisah Mahabarata yang lekat di masyarakat Jatimulyo. Konon di Grojokan Sewu ini dipercaya terdapat sebuah gua yang bernama Gua Pleret yang digunakan Prabu Baladewa untuk bertapa. Hal ini ia lakukan karena merupakan permintaan langsung dari sang adik, yaitu Prabu Kresna.

Bahkan saat Perang Baratayudha berlangsung, suara gemericik air dari tebing setinggi 15 meter ini tetap mampu meredam suara peperangan yang sedang berlangsung sehingga Prabu Baladewa tidak terusik saat sedang melakukan tapa. Hal inilah yang menyebabkan kenapa wisata ini di namakan Grojokan Sewu.

Air Terjun Perawan Sidoharjo, Surga Tersembunyi Di Samigaluh, Kulonprogo

Kota Yogyakarta memang pantas di sebut sebagai Kota Pariwisata. Selain kabupaten bantul dan Gunungkidul yang terus berinovasi dengan memunculkan objek wisatanya yang baru, kini Kabupaten Kulonprogo juga berhasil menemukan objek wisata air terjun di Jogja yang baru yaitu Air Terjun Perawan Sidoharjo. Pernahkah Anda mendengar air terjun ini ? Jika belum simak penjelasan di bawah ini.

 

Rute Perjalanan Menuju Air Terjun Perawan Sidoharjo

Dari nama objek wisatanya saja, Anda sudah bisa menebak jika wisata ini berada di daerah Sidoarjo. Lebih tepatnya air terjun ini berada di Kecamatan Samigaluh, wilayah timur Kulonprogo. Jarak lokasi ini dengan pusat Kota Jogja tidaklah terlalu jauh, yaitu hanya sekitar 29 km atau setara dengan 1 jam perjalanan. Agar perjalanan Anda lebih mudah dan nyaman, lebih baik anda melewati Jalan Godean saja.

Air Terjun Perawan Sidoarjo ini terletak di barisan Bukit Menoreh. Jika dilihat dari kondisi alam Kulonprogo yang sebagian masuk ke dalam barisn Bukit Menoreh ada baiknya anda menggunakan sepeda motor saja jika hendak mengunjungi air terjun ini. Medan yang menanjak dan berkelok juga menjadi faktor mengapa Anda lebih baik menggunakan sepeda motor.

Keindahan Air Terjun Perawan Sidoharjo

Air Terjun Perawan Sidoharjo atau yang lebih dikenal dengan Curug Sidoharjo termasuk obyek wisata yang baru serta belum banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun asing. Hal inilah yang menyebabkan terdapatnya kata “perawan” pada nama air terjun ini. Di sini pun Anda juga bisa melihat lokasi wisata yang sangat bersih dan masih asri, sehingga sangat cocok untuk merilex-kan pikiran yang penat.

Pesona Air Terjun Tlogo Muncar Kaliurang Di Kabupaten Sleman

Selain di kenal sebagai Kota Pendidikan dan Kota Budaya, Yogyakarta juga dikenal sebagai sebagai Kota Pariwisata. Hal ini terbukti dari berbagai obyek wisatanya yang sangat banyak serta tingkat kunjungan wisatawan yang sangat tinggi. Jika saat ini Anda berada di Yogyakarta maka tidak lengkap jika Anda tidak Mengunjungi Air Terjun Tlogo Muncar Kaliurang di Kawasan Wisata Kaliurang.

 

Perjalanan Menuju Air Terjun Tlogo Muncar Kaliurang

Untuk menuju wisata air terjun di Jogja ini tidaklah membutuhkan waktu yang lama karena Anda hanya perlu menempuh jarak 28 km selama kurang lebih satu jam saja. Jika Anda berada di Yogyakarta, Anda cukup dengan melewati sepanjang Jalan Kaliurang saja. Air Terjun Tlogo Muncar Kaliurang ini masih berada di daerah Pakem yang masih termasuk ke dalam Kawasan Wisata Kaliurang yang berada di Kabupaten Sleman.

Pesona Menkajubkan Air Terjun Tlogo Muncar Kaliurang

Bisa dikatakan air terjun ini bersifat musiman. Hal ini dikarenakan sumber air dari Air Terjun Tlogo Muncar Kaliurang ini berasal dari Gunung Merapi yang jarang memiliki vegetasi hijau. Oleh karena itu biasanya di musim kemarau air di obyek wisata ini bisa berkurang bahkan parahnya bisa hilang.

Namun jika musim penghujan seperti sekarang ini, Anda bisa mengunjungi lokasi ini dan menikamti keindahan air terjun setinggi 45 meter di ketinggian 878 Mdpl. Air di lokasi ini juga sangat segar dan dingin serta memiliki suhu 20 – 25 derajat Celcius. Uniknya lagi, di lokasi Air Terjun Tlogo Muncar Kaliurang ini Anda bisa berinteraksi langsung dengan penghuni aslinya yaitu monyet berekor panjang. Anda tak perlu khawatir akan diganggu oleh hewan ini asalkan Anda tidak mengganggu mereka terlebih dahulu.

Surga Air Terjun Sri Gethuk Di Kabupaten Gunungkidul

Seperti slogan “Jogja Istimewa”, kali ini Gunungkidul juga sangat istimewa. Pasalnya di tengah julukan Gunungkidul sebagai kabupaten terkering dan susah air bersih di saat musim kemarau., justru terdapat sebuah air terjun alami dan sangat indah. Yaitu Air Terjun Sri Gethuk. Anda tentu sudah pernah mendengarnya bukan?

Air Terjun Si Gethuk, Grand Canyon-Nya Gunungkidul

Bagi Anda yang bercita – cita ingin Ke Amerka Serikat dan berniat mengunjungi Grand Canyon, maka Anda bisa mengurungkan impian Anda tersebut. Sekarang Anda bisa menikmati replika alami dari Grand Canyon Amerika Serikat yaitu dengan bertandang ke Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di Desa Bleberan yang berlokasi di Kecamatan Playen.

Wisata air terjun di Jogja yang satu ini tidaklah bersifat musiman seperti air terjun yang lain, namun airnya tetap mengalir sepanjang waktu. Di sini Anda bisa menikmati aliran air Sungai Oyo yang hijau yang dihiasi oleh batuan – batuan sungai yang simetris mirip dengan Grand Canyon. Air Terjun Sri Gethuk yang memiliki ketinggian 5 – 8 meter ini mengalir indah membelah tebing – tebing tinggi di sekitarnya. Apalagi di tambah dengan pemandangan pohon – pohon hijau yang asri, pemandangannya pun semakin cantik.

Harga Tiket Di Wisata Sri Gethuk

Siapa yang bilang jika harga tiket di sini mahal ? Anda hanya di pungut biaya sebesar 9000 rupiah saja, ini pun sudah termasuk biaya parkir. Harga tersebut merupakan harga yang sangat murah. Jadi jika Anda ingin menuju Air Terjun Sri Gethuk, Anda bisa berangkat dari Kota Jogja yang hanya berjarak sekitar 36 km saja sehingga Anda membutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit.

Selagi Anda di sini, tidak lengkap rasanya jika Anda tidak bermain air. Oleh karena itu, Anda bisa menyewa perahu seharga 10. 000 rupiah per orang atau menyewa ban karet seharga 5.000 per orang. Jika Anda beruntung, Anda pun bisa mendengar suara gemericik air bercampur suara gamelan yang menurut masyarakat Bleberan sangat ghaib. Menurut kepercayaan setempat, suara tersebut adalah suara musik gamelan yang dimainkan oleh Jin Anggo Medura, penunggu air terjun Sri Gethuk.

Air Terjun Kedung Kandang, Wisata Air Terjun Terbaru Di Gunungkidul

Berbicara Tentang Keindahan Kabupaten Bantul memang tidak ada habisnya. Kali ini Bantul kembali mempromosikan air terjun yang sangat unik, yaitu Air Terjun Tuwondo atau yang lebih dikenal masyarakat sekitar dengan Curug Tuwondo.

Keindahan Alami Air Terjun Tuwondo

Tempat wisata di Jogja yaitu air terjun memang tidak pernah sepi untuk dikunjungi. Setiap tahunnya selalu saja Muncul Wisata Air Terjun Yang Baru, Termasuk Air Terjun Tuwondo Ini. Nama Tuwondo sendiri tidak hanya asal nama, melainkan sesuai dengan kontur dari air terjun ini sendiri. Tuwondo berasal dari kata “watu” yang berarti “batu” dan “ondo” yang berarti “tangga”. Jika digabungkan berarti tangga yang berbatu, sesuai dengan air yang mengalir melewati tangga yang berbatu – batu ini setinggi 3 – 5 meter di setiap tangganya.

Jika hendak mengunjungi Air Terjun Tuwondo, sebaiknya Anda mengunjungi wisata ini saat musim penghujan karena airnya akan melimpah dan deras. Air terjun ini merupakan air terjun musiman sehingga akan berbeda penampilan saat musim kemarau. Di musim kemarau, debit air di lokasi ini bisa berkurang bahkan bisa hilang.

Disekitar air terjun ini banyak sekali tumbuh semak belukar dan pohon jati sehingga suasana sangat tenang dan sejuk. Untuk airnya sendiri memang tidak cukup jernih seperti wisata air yang lain, namun jangan khawatir air di sini masih sangat baik dan tidak tercemar. Kondisi air yang tidak jernih ini disebabkan karena endapan tanah di atas air terjun yang tidak ikut dengan aliran air.

Perjalanan Ke Lokasi Air Terjun Tuwondo

Bagi Anda yang berada di Jogja jangan khawatir karena lokasi Air Terjun Tuwondo ini cukup dekat, yaitu sekitar 1 jam saja. Lokasinya yang berada di Desa Lemah Abang tepatnya di Kecamatan Piyungan Bantul sangat mudah diakses oleh Google Maps. Bahkan jika Anda berada di Kota Wonosari akan lebih mudah.

Saat Anda hendak ke sini, Anda bisa menggunakan kendaraan atau menggunakan sepeda. Sebagian wisatawan yang datang berkunjung menggunakan sepeda gunung atau pun onthel. Untuk Memasuki Air Terjun Tuwondo ini Anda tidak perlu membayar tiket alias gratis, hanya cukup membayar parkiran sebesar 2000 rupiah saja.

Pesona Air Terjun Musiman Di Bantul, Air Terjun Tuwondo

Berbicara Tentang Keindahan Kabupaten Bantul memang tidak ada habisnya. Kali ini Bantul kembali mempromosikan air terjun yang sangat unik, yaitu Air Terjun Tuwondo atau yang lebih dikenal masyarakat sekitar dengan Curug Tuwondo.

Keindahan Alami Air Terjun Tuwondo

Wisata air terjun di Jogja memang tidak pernah sepi untuk dikunjungi. Setiap tahunnya selalu saja Muncul Wisata Air Terjun Yang Baru, Termasuk Air Terjun Tuwondo Ini. Nama Tuwondo sendiri tidak hanya asal nama, melainkan sesuai dengan kontur dari air terjun ini sendiri. Tuwondo berasal dari kata “watu” yang berarti “batu” dan “ondo” yang berarti “tangga”. Jika digabungkan berarti tangga yang berbatu, sesuai dengan air yang mengalir melewati tangga yang berbatu – batu ini setinggi 3 – 5 meter di setiap tangganya.

Jika hendak mengunjungi Air Terjun Tuwondo, sebaiknya Anda mengunjungi wisata ini saat musim penghujan karena airnya akan melimpah dan deras. Air terjun ini merupakan air terjun musiman sehingga akan berbeda penampilan saat musim kemarau. Di musim kemarau, debit air di lokasi ini bisa berkurang bahkan bisa hilang.

Disekitar air terjun ini banyak sekali tumbuh semak belukar dan pohon jati sehingga suasana sangat tenang dan sejuk. Untuk airnya sendiri memang tidak cukup jernih seperti wisata air yang lain, namun jangan khawatir air di sini masih sangat baik dan tidak tercemar. Kondisi air yang tidak jernih ini disebabkan karena endapan tanah di atas air terjun yang tidak ikut dengan aliran air.

Perjalanan Ke Lokasi Air Terjun Tuwondo

Bagi Anda yang berada di Jogja jangan khawatir karena lokasi Air Terjun Tuwondo ini cukup dekat, yaitu sekitar 1 jam saja. Lokasinya yang berada di Desa Lemah Abang tepatnya di Kecamatan Piyungan Bantul sangat mudah diakses oleh Google Maps. Bahkan jika Anda berada di Kota Wonosari akan lebih mudah.

Saat Anda hendak ke sini, Anda bisa menggunakan kendaraan atau menggunakan sepeda. Sebagian wisatawan yang datang berkunjung menggunakan sepeda gunung atau pun onthel. Untuk Memasuki Air Terjun Tuwondo ini Anda tidak perlu membayar tiket alias gratis, hanya cukup membayar parkiran sebesar 2000 rupiah saja.

Air Terjun Seribu Batu, Air Terjun Tersembunyi Di Kawasan Giriloyo

Kabupaten Bantul memang tidak pernah sepi dari munculnya berbagai potensi wisata alam yang baru. Kondisi alam Kabupeten Bantul yang sangat beragam mulai dari dataran rendah hingga pegunungan berhasil memunculkan obyek wisata baru yang cukup menjanjikan dan layak untuk Anda kunjungi. Kali ini Kabupeten Bantul meresmikan wisata barunya di kedalaman Hutan Giriloyo, Air Terjun Seribu Batu.

Air Terjun Seribu Batu, Tersembunyi Di Hutan Imogiri

Siapa yang menyangka jika di daerah Giriloyo yang merupakan makam Raja – Raja Mataram Jawa ini memiliki air terjun yang sangat menggoda untuk ciblon ? Wisata air terjun di Jogja ini termasuk unik karena namanya sendiri, yaitu seribu batu. Tentu Anda penasaran kenapa dinamai demikian ? Ini dikarenakan bebatuan – bebatuan yang berada di sekitar air terjun yang sangat banyak ini berasal dari Letusan Gunung Api Purba Nglanggeran dan tidak bisa dihitung jumlahnya, sehingga dinamakan seribu batu.

Objek wisata ini terletak di Kecamatan Imogiri, di dekat kawasan timur Hutan Giriloyo, tepatnya di Desa Cengkehan. Hal ini juga menyebabkan Air Terjun Seribu Batu ini juga disebut warga sebagai Air Terjun Cengkehan atau Curug Watu Sewu. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 8 meter ini ternyata cukup banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Jika Anda sedang berada di pusat Kota Jogja, maka tak ada salahnya jika anda mencoba untuk bermain di Curug Watu Sewu ini. Jarak kota jogja dengan air terjun ini cukup singkat yaitu hanya memakan waktu satu setengah jam saja jika menggunakan sepeda motor. Sebelum anda sampai di lokasi, Anda harus menitipkan sepeda motor di parkiran yang berada di bawah bukit lantas harus berjalan sekitar 15 menit lagi untuk sampai di air terjunnya.

Pesona Air Terjun Seribu Batu

Untuk bisa memasuki wisata Air Terjun Seribu Batu ini Anda hanya harus membayar tiket masuk sebesar 2000 rupiah saja. Di air terjun ini Anda bisa mendapati kolam dengan kedalaman 1 meter yang bisa digunakan untuk berenang, batu- batu cadas yang eksotis, serta suasana alam yang masih tenang dan sangat asri.

Namun Anda harus berhati – hati jika berjalan di sini karena batu cadas yang ada biasanya sangat licin. Air terjun ini pun juga dipercayai bisa membuat awet muda dan mengawetkan hubungan rumah tangga. Jadi, bagaimana menurut Anda ?

Air Terjun Randusari, Surga Ciblon Dari Bantul

Bagi Anda yang gemar sekali travelling maka Anda harus mencoba untuk menjelajahi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun jika ke Yogyakarta dan hanya ke Malioboro atau Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul , rasanya kurang seru bukan ? Oleh karena itu Anda bisa mencoba obyek wisata terbaru di Bantul ini, yaitu Air Terjun Randusari.

Lokasi Air Terjun Randusari

Mengapa dinamai dengan Randusari ? Menurut penuturan orang sekitar, nama Randu diambil dari pohon randu yang ada di depan air terjun ini. Itulah sebabnya mengapa air terjun ini disebut Randusari. Jika sekarang Anda berada di Kota Yogyakarta, maka Anda bisa langsung menuju tempat ini karena jaraknya tidak jauh yaitu hanya sekitar 25 – 30 km saja. Jika Anda menggunakan sepeda motor maka Anda hanya memerlukan waktu sekitar satu setengah jam saja.

Air Terjun Randusari yang terletak di Desa Rejosari  ini cukup dekat dengan kebun Buah Mangunan dan Puncak Becici yang memang sama – sama terletak di Kecamatan Dlingo di Kabupaten Bantul. Sebelum Anda bisa menikmati dinginnya air di Randusari, Anda harus berjalan kaki ke lokasi namun jaraknya tidaklah terlalu jauh yaitu sekitar 200 meter.

Pesona Tersembunyi Air Terjun Randusari

Setelah sampai di sini, rasa lelah Anda akan segera terbayar. Hijaunya air yang berasal dari bagian atas setinggi 15 meter mengalir dengan derasnya. Dahulu air terjun ini hanya dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan konsumsi saja. Namun seiring berkembangnya pariwisata masyarakat sekitar mulai menyadari potensi keindahan Air Terjun Randu Sari sehingga dibuat lokasi wisata.

Di sini, Anda bisa ciblon (berenang) dengan air yang dijamin bersih sampai puas. Bahkan Anda juga bisa melihat dasar kolam dengan kedalaman 3 meter karena airnya yang biru jernih. Bahkan di musim kemarau, air terjun ini tidak akan kering karena sejatinya Air Terjun Randusari bukanlah air terjun musiman. Wisata Air Terjun di Jogja ini cukup ramai di kunjungi oleh wisatawan asli Jogja bahkan hingga luar Jogja.

Untuk fasilitasnya  sendiri cukup lengkap, mulai dari toilet, kamar mandi, tempat ibadah, hingga warung makan. Untuk memasuki obyek wisata ini pun cukup murah. Bagi Anda yang hobi berselfi maka Anda juga bisa berfoto di sini karena pemandangannya yang cukup instagramable.