Air Terjun Grojogan Sewu, Napak Tilas Kisah Mahabarata Di Tanah Jawa

Saat ini, potensi pariwisata di Kota Yogyakarta semakin meningkat. Data Dinas Pariwisata DIY mencatat jika lonjakan wisatawan ke Yogyakarta semakin bertambah dari waktu ke waktu. Hal ini juga tidak terlepas dari banyaknya obyek wisata baru yang bermunculan, termasuk wisata air terjun di Jogja. Salah satunya ialah Air Terjun Grojokan Sewu di Kulonprogo.

Perjalanan Menuju Lokasi Air Terjun Grojokan Sewu

Air Terjun Grojokan Sewu ini terdapat di Kabupaten Kulonprogo, tepatnya di Desa Jatimulyo, Girimulyo. Akses menuju tempat wisata ini cukup baik, namun di karenakan Kulonprogo memiliki kontur wilayah yang bergunung- gunung ada baiknya Anda menggunakan sepeda motor saja jika hendak ke sini. Jalan yang menanjak, menurun, berliku – liku juga menjadi resiko yang besar jika Anda membawa mobil.

Jika hendak ke sini, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar satu  setengah jam saja dari pusat Kota Jogja. Namun disarankan lebih baik Anda melewati Ringroad lalu menuju Jalan Godean. Biaya untuk memasuki Air Terjun Grojokan Sewu pun cukup murah. Anda hanya perlu mengeluarkan 3000 saja dari dompet, itu sudah mencakup biaya masuk dan parkir.

Kisah Mahabarata Di Grojokan Sewu

Air terjun ini cukup unik. Air terjun ini memiliki satu buah air terjun utama yang cukup tinggi dan aliran airnya yang deras. Namun di bawahnya juga terdapat beberapa air terjun kecil yang sangat cantik. Di sini Anda bisa berfoto ria dan melepas penat dengan duduk di gazebo yang telah disediakan pengelola.

Nama Grojokan Sewu sendiri juga tidak lepas dari kisah Mahabarata yang lekat di masyarakat Jatimulyo. Konon di Grojokan Sewu ini dipercaya terdapat sebuah gua yang bernama Gua Pleret yang digunakan Prabu Baladewa untuk bertapa. Hal ini ia lakukan karena merupakan permintaan langsung dari sang adik, yaitu Prabu Kresna.

Bahkan saat Perang Baratayudha berlangsung, suara gemericik air dari tebing setinggi 15 meter ini tetap mampu meredam suara peperangan yang sedang berlangsung sehingga Prabu Baladewa tidak terusik saat sedang melakukan tapa. Hal inilah yang menyebabkan kenapa wisata ini di namakan Grojokan Sewu.